Minggu, 22 November 2015

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR 4

Kesenjangan Sosial di Masyarakat.



Tingginya jumlah penduduk di Indonesia dan beraneka ragam suku budaya membuat adanya jarak antar masyarakat atau yang biasa kita sebut dengan kesenjangan sosial. Hal ini disebabkan karena perilaku tidak adil terhadap seseorang di dalam bermasyarakat. Masalah kesenjangan sosial ini bisa terjadi karena beberapa faktor yaitu bisa karena kedudukan, pendidikan, pendapatan dan faktor-faktor lain yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial. Hal ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah, karena kalau dibiarkan akan berdampak pada kehancuran negara ini sendiri.
Salah satunya adalah adanya kesenjangan yang terjadi antara masyarakat desa dan kota. Kesenjangan tersebut terjadi karena adanya perbedaan mutu pendidikan di desa dan kota.

Faktanya, faktor pendidikan merupakan tolok ukur kemajuan suatu bangsa karena pendidikan adalah kreator ( pencetak ) generasi penerus bangsa, masalah pendidikan menjadi rata-rata permasalahan yang di hadapi oleh Negara-negara berkembang di dunia. Terlebih lagi rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di berbagai bidang, karena pendidikan adalah yang menjadi sumbu perkembangan pembangunan kesejahteraan dan kebudayaan bangsa.

Namun, terdapat sebuah realita terhadap mutu pendidikan di desa, yaitu
Di Indonesia penduduk tersebar tidak merata dan sebagian besar tinggal di desa dalam kondisi yang memprihatinkan. Hasil obsevasi singkat menunjukkan berbagai gejala buruk dari aktivitas pendidikan anak di desa terpencil, antara lain :

1.      Tingkat ketidakhadiran murid tinggi, terutama pada saat penggarapan lahan pertanian dan musim panen.
2.      Proses belajar anak di sekolah ditunjang hanya dengan alat seadanya. Bangku yang reot, ruang kotor, buku tulis yang kumal, sepatu penuh lumpur pada musim hujan atau debu pada musim kering.
3.      Belajar di rumah dengan menggunakan penerangan dari lampu lentera yang asapnya memnuhi lubang hidung.
4.      Sepulang sekolah membantu orang tua di tanah pertaniannya atau memburuh dan pulang menjelang atau sesudah waktu maghrib.

Sedangkan citra pendidikan di kota lebih baik, kesempatan memperoleh pendidikan di kota lebih luas dan kemajuan dalam bidang komunikasi dan informasinya mudah dirasakan, perilaku keruangan menurut kaca mata pendidikan terjadi karena aspirasi masyarakat memasuki pendidikan di perkotaan semakin tinggi. Urbanisasi anak usia sekolah menjadi tidak terbendung. Ini merupakan gejala yang umum, lebih-lebih di negara berkembang. Penduduk desa dalam hal ini anak usia sekolah lebih-lebih tingkat pendidikan menengah atas secara otomatis membanjiri kota. Tidak ada kesempatan menambah pengetahuan lain melalui televisi, bimbingan belajar dari guru, apalagi membaca media masa seperti koran dan majalah.

Parahnya, mayoritas penduduk Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan menjadikan Pendidikan di Indonesia sulit bagi mereka, Selain kemauan dan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan ekonomi yang mereka jadikan alasan sehingga mereka tidak menyentuh dunia pendidikan.

Pada tahun 2012 pemerintah menjawab alasan ekonomi masyarakat dengan memberikan bantuan melalui program PNPM GSC ( Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat Dan Cerdas ) bantuan seperti buku, seragam, dan peralatan sekolah seadanya, namun adanya ketertinggalan didalam mutu pendidikan dan tenaga pendidik yang tidak professional.

Alat-alat penunjang lainnya yang menyebabkan pendidikan tidak dapat berkembang secara optimal, seperti fasilitas yang sangat jauh dari kata-kata memadai, ketersediaan buku-buku pendidikan dan jaringan internet dimana akan menjadi kendala ketika siswa dalam rangka mendapatkan refrensi tambahan tentang mata pelajaran yang sedang mereka pelajari, terlebih lagi banyak tenaga pendidik yang tidak memahami pentingnya internet dan pemamfaatannya (GAPTEK).

Dalam hal pendidikan di kota dan di desa sangatlah berbeda, seakan perhatian pada pendidikan di perkotaan membuat kualitas pendidikan di perkotaan dan di pedesaan menjadi timpang, masalah kesejahteraan guru, juga terdapat ketimpangan dalam hal bantuan untuk fasilatas pendidikan, dan banyak hal lainnya. Maka tidak heran apabila kualitas pendidikan di Indonesia masih belum merata dimana kualitas pendidikan di kota lebih baik daripada di desa.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tidak berkembangnya pendidikan di Indonesia antara lain sebagai berikut :

1.      Biaya pendidikan.
2.      Fasilitas pendidikan yang kurang memadai.
3.      Rendahnya pemerataan pendidikan.

Solusi yang sekiranya bisa di terapkan untuk mengatasi permasalahan kesenjangan masyarakat desa dan kota dalam mutu pendidikan adalah sebagai berikut :

1.      Pemerintah harus merubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan.
2.      Pemerintah harus meningkatkan Peran serta masyarakat akan pentingnya pendidikan.
3.      Pemerintah juga harus peka terhadap kondisi pendidikan di setiap daerah dan dapat mengambil langkah yang pasti untuk memperbaiki kualitas sesuai dengan kondisi daerah masng-masing.

Tidak hanya pemerintah, tetapi masyarat juga harus bahu-membahu bersama pemerintah untuk dapat meningkatkan kesadaran bahwa pendidikan itu penting dan dapat selalu mengawasi kegiatan pendidikan di Indonesia. Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan sistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.

Sumber           :  



Nama             :           Lisa Octaviani Wijaya
Kelas              :                       2SA10
NPM              :                    16614106
Matkul           :           Ilmu Sosial Dasar


Tidak ada komentar:

Posting Komentar