Kesenjangan Sosial di Masyarakat.
Tingginya
jumlah penduduk di Indonesia dan beraneka ragam suku budaya membuat adanya
jarak antar masyarakat atau yang biasa kita sebut dengan kesenjangan sosial.
Hal ini disebabkan karena perilaku tidak adil terhadap seseorang di dalam
bermasyarakat. Masalah kesenjangan sosial ini bisa terjadi karena beberapa faktor yaitu
bisa karena kedudukan, pendidikan, pendapatan dan faktor-faktor lain yang
menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial. Hal
ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah, karena kalau dibiarkan akan
berdampak pada kehancuran negara ini sendiri.
Salah satunya adalah adanya kesenjangan
yang terjadi antara masyarakat desa dan kota. Kesenjangan tersebut terjadi
karena adanya perbedaan mutu pendidikan di desa dan kota.
Faktanya, faktor pendidikan
merupakan tolok ukur kemajuan suatu bangsa karena pendidikan adalah kreator (
pencetak ) generasi penerus bangsa, masalah pendidikan menjadi rata-rata
permasalahan yang di hadapi oleh Negara-negara berkembang di dunia. Terlebih
lagi rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia
yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa di
berbagai bidang, karena pendidikan adalah yang menjadi sumbu perkembangan
pembangunan kesejahteraan dan kebudayaan bangsa.
Namun, terdapat sebuah realita terhadap mutu
pendidikan di desa, yaitu
Di Indonesia penduduk tersebar
tidak merata dan sebagian besar tinggal di desa dalam kondisi yang
memprihatinkan. Hasil obsevasi singkat menunjukkan berbagai gejala buruk dari
aktivitas pendidikan anak di desa terpencil, antara lain :
1.
Tingkat
ketidakhadiran murid tinggi, terutama pada saat penggarapan lahan pertanian dan
musim panen.
2.
Proses
belajar anak di sekolah ditunjang hanya dengan alat seadanya. Bangku yang reot,
ruang kotor, buku tulis yang kumal, sepatu penuh lumpur pada musim hujan atau
debu pada musim kering.
3.
Belajar di
rumah dengan menggunakan penerangan dari lampu lentera yang asapnya memnuhi
lubang hidung.
4.
Sepulang
sekolah membantu orang tua di tanah pertaniannya atau memburuh dan pulang
menjelang atau sesudah waktu maghrib.
Parahnya, mayoritas penduduk
Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan menjadikan Pendidikan di
Indonesia sulit bagi mereka, Selain kemauan dan kesadaran akan pentingnya
pendidikan dan ekonomi yang mereka jadikan alasan sehingga mereka tidak menyentuh
dunia pendidikan.
Pada tahun 2012 pemerintah menjawab
alasan ekonomi masyarakat dengan memberikan bantuan melalui program PNPM GSC (
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat Dan Cerdas ) bantuan
seperti buku, seragam, dan peralatan sekolah seadanya, namun adanya
ketertinggalan didalam mutu pendidikan dan tenaga pendidik yang tidak
professional.
Alat-alat penunjang lainnya yang
menyebabkan pendidikan tidak dapat berkembang secara optimal, seperti fasilitas
yang sangat jauh dari kata-kata memadai, ketersediaan buku-buku pendidikan dan
jaringan internet dimana akan menjadi kendala ketika siswa dalam rangka
mendapatkan refrensi tambahan tentang mata pelajaran yang sedang mereka
pelajari, terlebih lagi banyak tenaga pendidik yang tidak memahami pentingnya
internet dan pemamfaatannya (GAPTEK).
Dalam hal pendidikan di kota dan di
desa sangatlah berbeda, seakan perhatian pada pendidikan di perkotaan membuat
kualitas pendidikan di perkotaan dan di pedesaan menjadi timpang, masalah
kesejahteraan guru, juga terdapat ketimpangan dalam hal bantuan untuk fasilatas
pendidikan, dan banyak hal lainnya. Maka tidak heran apabila kualitas
pendidikan di Indonesia masih belum merata dimana kualitas pendidikan di kota
lebih baik daripada di desa.
Ada beberapa faktor yang menjadi
penyebab tidak berkembangnya pendidikan di Indonesia antara lain sebagai
berikut :
1.
Biaya pendidikan.
2.
Fasilitas pendidikan yang kurang
memadai.
3.
Rendahnya pemerataan pendidikan.
Solusi yang sekiranya bisa di
terapkan untuk mengatasi permasalahan kesenjangan masyarakat desa dan kota
dalam mutu pendidikan adalah sebagai berikut :
1.
Pemerintah harus merubah
sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan.
2.
Pemerintah harus meningkatkan Peran
serta masyarakat akan pentingnya pendidikan.
3.
Pemerintah juga harus peka terhadap
kondisi pendidikan di setiap daerah dan dapat mengambil langkah yang pasti
untuk memperbaiki kualitas sesuai dengan kondisi daerah masng-masing.
Tidak hanya pemerintah, tetapi masyarat
juga harus bahu-membahu bersama pemerintah untuk dapat meningkatkan kesadaran
bahwa pendidikan itu penting dan dapat selalu mengawasi kegiatan pendidikan di
Indonesia. Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan
sistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat
dalam segala bidang. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber
daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa
bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.
Sumber :
Nama : Lisa Octaviani Wijaya
Kelas : 2SA10
NPM : 16614106
Matkul : Ilmu
Sosial Dasar