Minggu, 06 Desember 2015

TUGAS ILMU SOSIAL DASAR 5



DISKRIMINASI & PERKEMBANGAN TEKNOLOGI BAGI SASTRA INGGRIS

A.   DISKRIMINASI

Diskriminasi adalah tindakan yang memperlakukan satu orang atau satu kelompok secara kurang adil atau kurang baik daripada orang atau kelompok yang lain. Diskriminasi dapat bersifat langsung atau tidak langsung dan didasarkan pada faktor-faktor yang sama seperti premanisme dan pelecehan. Diskriminasi dapat dilakukan oleh individu, kelompok, atau kebijakan dan praktik organisasi.
Dalam diskriminasi ada macam-macam bentuk diskriminasi yang terjadi dalam kehidupan di antaranya :

1.      Diskriminasi Umur
Individu di beri layanan yang tidak adil karena beliau tergolong dalam lingkungan umur tertentu. Contohnya di negara malaysia remaja senantiasa dianggap orang yang menimbulkan masalah sehingga timbul istilah "Masalah Remaja"

2.      Diskriminasi Gender
Individu di beri layanan yang tidak adil karena gender mereka. Contoh seorang wanita menerima gaji yang lebih rendah dengan lelaki sejawatnya walaupun sumbangan mereka adalah sama.

3.      Diskriminasi Kesehatan
Individu diberi layanan yang tidak adil karena mereka menderita penyakit atau kecacatan tertentu Contohnya seorang yang pernah menderita sakit jiwa telah di tolak untuk mengisi jawatan tertentu, walaupun ia telah sembuh dan mempunyai keupayaan yang di perlukan.

4.      Diskriminasi Ras
Individu tidak di berikan layanan kesehatan karena Ras.

5.      Diskriminasi agama
Individu di beri layanan yang tidak adil berdasarkan agama yang dianutnya.

6.      Diskriminasi kaum
Tidak mendapatkan layanan yang sama rata dengan kaum lain



Contoh Diskriminasi :
JAKARTA, KOMPAS.com — Identitas keberagaman di Indonesia terus diuji dengan beragam tindakan diskriminasi. Selama 14 tahun setelah reformasi, setidaknya ada 2.398 kasus kekerasan dan diskriminasi yang terjadi di Indonesia. Yayasan Denny JA mencatat, dari jumlah itu paling banyak kekerasan terjadi karena berlatar agama/paham agama sebanyak 65 persen. Sisanya, secara berturut-turut adalah kekerasan etnis (20 persen), kekerasan jender (15 persen), dan kekerasan orientasi seksual (5 persen).

"Semenjak reformasi, diskriminasi yang terjadi lebih bersifat priomordial, komunal, bukan seperti diskriminasi ideologi yang terjadi pada masa Orde Baru," ujar Direktur Yayasan Denny JA, Novriantoni Kahar, Minggu (23/12/2012), dalam jumpa pers di Kantor Lingkaran Survei Indonesia (LSI), di Jakarta.

Dari banyaknya kasus diskriminasi yang terjadi, Yayasan Denny JA mendata setidaknya ada lima kasus diskriminasi terburuk pasca 14 tahun reformasi. Kelima kasus itu dinilai terburuk berdasarkan jumlah korban, lama konflik, luas konflik, kerugian materi, dan frekuensi berita. Setiap variabel diberikan nilai 1-5 kemudian dikalikan dengan bobot masing-masing variabel. Pembobotan skor 50 diberikan pada variabel jumlah korban, skor 40 untuk lamanya konflik, skor 30 untuk luas konflik, skor 20 untuk kerugian materi, dan skor 10 untuk frekuensi berita. Hasilnya, konflik Ambon berada di posisi teratas, yakni dengan nilai 750, kemudian diikuti konflik Sampit (520), kerusuhan Mei 1998 (490), pengungsian Ahmadiyah di Mataram (470), dan konflik Lampung Selatan (330).

"Lima konflik terburuk ini setidaknya telah menghilangkan nyawa 10.000 warga negara Indonesia," ucap Novriantoni.

Konflik Maluku menjadi konflik kekerasan dengan latar agama yang telah menelan korban terbanyak, yakni 8.000-9.000 orang meninggal dunia, dan telah menyebabkan kerugian materi 29.000 rumah terbakar, 45 masjid, 47 gereja, 719 toko, 38 gedung pemerintahan, dan 4 bank hancur. Rentang konflik yang terjadi juga yang paling lama, yakni sampai 4 tahun.

Sementara konflik Sampit yang berlatar belakang etnis, yakni antara Dayak dan Madura, telah menyebabkan 469 orang meninggal dunia dan 108.000 orang mengungsi. Rentang konfliknya pun mencapai 10 hari. Konflik kerusuhan di Jakarta yang terjadi pada 13-15 Mei 1998 juga tidak kalah hebatnya. Konflik ini menelan korban 1.217 orang meninggal dunia, 85 orang diperkosa, dan 70.000 pengungsi. Meski hanya berlangsung tiga hari, kerugian materi yang ditimbulkan mencapai sekitar Rp 2,5 triliun.

Konflik Ahmadiyah di Transito Mataram telah menyebabkan 9 orang meninggal dunia, 8 orang luka-luka, 9 orang gangguan jiwa, 379 terusir, 9 orang dipaksa cerai, 3 orang keguguran, 61 orang putus sekolah, 45 orang dipersulit KTP, dan 322 orang dipaksa keluar Ahmadiyah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa yang besar, konflik ini mendapat sorotan media cukup kuat dan rentang peristiwa pascakonflik selama 8 tahun yang tak jelas bagi nasib para pengungsi.

Konflik kekerasan yang terjadi di Lampung Selatan telah menimbulkan korban 14 orang meninggal dunia dan 1.700 pengungsi. "Secara keseluruhan, negara terlihat mengabaikan konflik-konflik yang sudah terjadi pelanggaran HAM berat. Dalam beberapa kasus bahkan tidak ada pelaku atau otak pelaku kekerasan yang diusut," katanya
Pada dasarnya diskriminasi tidak terjadi begitu saja, akan tetapi karena adanya beberapa faktor, antara lain:
a.       Adanya persaingan yang semakin ketat dalam berbagai bidang kehidupan.
b.      Adanya tekanan dan intimidasi yang biasanya dilakukan oleh kelompok yang dominan terhadap kelompok atau golongan yang lebih lemah.
c.       Ketidak berdayaan golongan miskin akan intimidasi yang mereka dapatkan membuat mereka terus terpuruk dan menjadi korban diskriminasi.

B.   Perkembangan Teknologi bagi Ilmu Sastra Inggris

Seperti yang kita ketahui, seiring berjalannya waktu, penyebaran globalisasi semakin berpengaruh ke berbagai Negara. Indonesia pun termasuk negara yang sangat mudah menerima penyebaran globalisasi tersebut. Pada zaman yang semakin modern ini, sastra inggris ataupun bahasa inggris sangat berpengaruh sekali di berbagai negara. Karena bahasa inggris sudah dianggap sebagai bahasa internasional. Dengan begitu perkembangan teknologi di Indonesia juga sangat saling berpengaruh dengan bahasa inggris.

Contohnya : banyak perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan dengan adanya salah satu persyaratan yaitu menguasai bahasa asing (bisa bahasa inggris, mandarin, atau jepang, dll). Selain itu, mulai banyak juga dibukanya lapangan pekerjaan dalam bidang sastra inggris seperti kepariwisataan, perhotelan, penterjemah dll.

Bahkan, perkembangan teknologi juga sangat membantu perkembangan sastra inggris di Indonesia. Contohnya : saat seorang lulusan sastra inggris ingin melamar pekerjaan di sebuah perusahaan asing, ia bisa dengan mudah mencari info lowongan pekerjaan dari internet, social media, surat kabar dll. Bahkan saat ia akan mengirimkan data-data untuk melamar pekerjaan pun, ia bisa dengan mudah menggunakan e-mail untuk mengirim data tersebut. Dan ia bisa dengan santai menunggu panggilan dari perusahaan tersebut baik ia terima via telpon maupun balasan e-mail.

Dengan adanya persyaratan dan banyaknya lapangan pekerjaan dalam bidang sastra inggris tersebut, sudah terbukti bahwa perkembangan teknologi bagi bahasa inggris maupun sastra inggris sudah sangat pesat di negara Indonesia ini. Bahkan untuk para mahasiswa/i yang saat ini sedang menempuh perkuliahan dalam jurusan sastra inggris pun semakin merasa lega karena jika mereka sudah sarjana nanti, mereka bisa dengan mudah mencari info lowongan pekerjaan sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka sendiri.


Sumber :


Nama              :  Lisa Octaviani Wijaya
Kelas               :           2SA10
NPM               :           16614106
Matkul            :  Ilmu Sosial Dasar
Dosen              : Maria Chrisnatalia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar